
Pada dasarnya sidik jari mulai muncul pada saat janin berumur 13 minggu dan sudah bisa dilihat pada usia sekitar empat bulan. Melalui sidik jari tersebut juga bisa dilihat gaya belajar si buah hati yaitu visual, auditori atau kinestetik. Juga kemampuan soft skill anak yang meliputi kepercayaan diri, kepekaan, inisiatif dan proses kreatif. Selanjutnya tipe eksplorasi anak meliputi realitas, imaginative, observasi. Dan yang paling penting sidik jari menentukan potensi dan bakat anak.
Bukan hanya si buat hati, si ibu juga bisa diperiksa sidik jarinya. Dari sini kemudian bisa diketahui empat pola gaya asuh yaitu tipe alamiah yang biasanya mengikuti alur perkembangan anak begitu saja. Kemudian tipe membimbing yang member batasan dan aturan pada anak.
Selanjutnya ada tipe responsive yang mudah untuk membuat keputusan untuk anak. Dan yang terakhir adalah tipe analitis. Ibu dengan tipe ini biasanya cenderung untuk banyak berpikir sebelum membuat suatu keputusan pada anak.
Analisa sidik jari mempunyai akurasi mencapai 87,91 % dalam menentukan bakat dan potensi anak, bandingkan dengan serangkaian psikotes yang akurasinya hanya mencapai 65 %. Selain itu, kelebihan lainnya, hasilnya cenderung permanen dan tidak berubah karena sifatnya yang menetap, spesifik dan klasifikatif. Berbeda dengan tes psikotest yang hasilnya sangat tergantung pada mood seseorang pada saat menjalani test, sehingga cenderung berubah-ubah.
Proses analisa sidik jari ini ternyata cukup singkat. Ke sepuluh jari tangan hanya perlu ditempelkan ke sebuah pemindai khusus. Kemudian melalui computer akan terbaca pola-pola sidik jari yang masing-masing mencerminkan potensi dan bakat ibu dan anak.
Iya ini juga pernah disosialisasi oleh salah satu produk apa gitu di TV.. Hebat juga
BalasHapus---------------
Wow keren sob templatenya..
Tapi panjang bener sampai ke bawah hehe Peace
hahahaa... iya sayang sih kalau dihapus widgetnya hahahaa
BalasHapus